Info Sekolah
Selasa, 03 Okt 2023
  • Selamat atas kelulusan kalian... Teruslah belajar, berkarya dan jadilah pribadi penebar manfaat.

MENINGKATKAN MOTIVASI SISWA BELAJAR BAHASA JEPANG MENGGUNAKAN MEDIA KARTU HURUF HIRAGANA- KATAKANA DI SMK NEGERI 3 KOTA BEKASI

Selasa, 5 April 2022 Oleh : Leni Marliani, S. Pd.

Pada abad 21 seperti sekarang ini, bahasa asing memiliki peranan yang sangat penting dalam hubungan antar-bangsa. Salah satu bahasa asing yang memiliki peranan sangat penting itu adalah bahasa Jepang.

            Pengajaran bahasa Jepang di Indonesia berkembang pesat sejalan dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya teknologi komunikasi. Kemajuan di bidang komunikasi ini telah memberikan dampak positif terhadap pengembangan bahasa Jepang. Hal ini dikarenakan semakin banyaknya warga masyarakat yang merasa perlu menguasai bahasa Jepang untuk tujuan komunikasi, akademik, profesional dan lain-lain. Oleh karena itu, kebutuhan untuk menguasai bahasa Jepang menjadi semakin mendesak dan pendidikan bahasa Jepang dituntut untuk semakin efektif.

            Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan  Nomor 21 Tahun 2016 tentang Standar Isi Pendidikan Dasar dan Menengah disebutkan bahwa pengajaran Bahasa Jepang diberikan pada peserta didik SMA sederajat.   Pendidikan bahasa Jepang di Indonesia diselenggarakan dari tingkat SMA/SMK sampai tingkat Perguruan Tinggi dengan tujuan yang berbeda-beda. Secara umum, kedua tingkat pendidikan tersebut mengajarkan keterampilan berbahasa. Keterampilan berbahasa yang dimaksud terdiri dari keterampilan menyimak, keterampilan berbicara, keterampilan membaca dan keterampilan menulis.

            Dalam keterampilan membaca dan menulis, pengetahuan mengenai huruf sangatlah penting, terutama dalam pembelajaran bahasa Jepang. Huruf yang digunakan dalam bahasa Jepang ada empat macam, yaitu huruf kanji, hiragana, katakana dan romaji.

Sama halnya dengan mempelajari materi yang lain, dalam mempelajari huruf hiragana pun peserta didik menghadapi berbagai permasalahan yang pada akhirnya dapat menimbulkan kesulitan belajar. Kesulitan belajar tersebut disebabkan oleh berbagai faktor, yang biasanya disebut faktor instrinsik dan faktor ekstrinsik.

           Pada mata pelajaran Bahasa Jepang khususnya tentang materi huruf Hiragana. Nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang telah ditentukan adalah 75, namun nilai peserta didik selalu rendah. Berdasarkan tes awal yang telah dilaksanakan pada kelas X PH nilai rata-rata yang diperoleh adalah  65. Dari 36 peserta didik hanya 7 peserta didik atau 20 % yang memiliki nilai di atas KKM yang telah ditentukan dan 29 peserta didik (80%) di bawah KKM.

Hal ini disebabkan guru mengajar dengan menggunakan metode konvensional, metode yang dominan adalah menggunakan metode ceramah, komunikasi hanya satu arah, peserta didik dijadikan obyek pendengar, peserta didik dibuat pasif dalam kegiatan belajar mengajar dan guru tidak menggunakan media pembelajaran.

           Untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik maka model pembelajaran harus mengalami perubahan, salah satunya dengan menggunakan media pembelajaran visual berupa kartu huruf. Media pembelajaran visual adalah media perantara atau penggunaan materi dan penyerapannya melalui pandangan sehingga membangun kondisi yang dapat membuat peserta didik mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan, atau sikap.

Adapun kriteria pemilihan media pembelajaran visual memiliki kriteria yang merupakan sifat-sifat yang harus dipraktekan oleh pemakai media, kriteria tersebut antara lain:

  1. Ketersediaan sumber setempat. Artinya bila media yang bersangkutan tidak terdapat pada sumber-sumber yang ada, maka harus dibeli atau dibuat sendiri.
  2. Efektifitas biaya, tujuan serta suatu teknis media pengajaran.
  3. Harus luwes, keperaktisan, dan ketahanlamaan media yang bersangkutan untuk waktu yang lama, artinya bisa digunakan dimanapun dengan peralatan yang ada disekitarnya dan kapanpun serta mudah dijinjing dan dipindahkan

            Hiragana adalah salah satu aksara atau huruf dalam bahasa Jepang. Hiragana terdiri dari 46 karakter yang digunakan untuk menulis kata-kata bahasa Jepang yang tidak memiliki karakter kanji yang sesuai.

Setiap karakter hiragana memiliki suara yang berbeda dan dapat digunakan untuk membentuk suku kata atau kata-kata dalam bahasa Jepang. Karakter hiragana juga dapat ditulis dalam berbagai cara, seperti di atas atau di bawah karakter kanji dalam sebuah kalimat. Berikut adalah daftar karakter hiragana beserta dengan pelafalannya:

Saat mempelajari hiragana, penting untuk diingat bahwa setiap karakter memiliki pelafalan yang tepat. Dalam bahasa Jepang, pelafalan yang salah dapat mengubah makna kata atau membuat orang sulit memahami apa yang kita katakan.

Selain itu, hiragana juga sering digunakan dalam bahasa Jepang untuk menulis kata-kata yang berasal dari bahasa asing, seperti nama orang atau tempat. Dalam kasus ini, karakter hiragana dapat dipakai untuk merepresentasikan bunyi kata tersebut dengan cara yang sesuai dengan bahasa Jepang. Dalam hal penulisan hiragana, setiap karakter dapat ditulis dalam urutan tertentu untuk membentuk kata-kata dan kalimat. Jadi, selain mempelajari karakter hiragana, penting juga untuk mempelajari cara menggabungkan karakter-karakter ini menjadi kata-kata dan kalimat yang benar dalam bahasa Jepang.

Media kartu merupakan salah satu metode pembelajaran yang sering digunakan dalam pembelajaran bahasa asing, termasuk pembelajaran huruf hiragana dalam bahasa Jepang. Media kartu yang dimaksud adalah kartu-kartu yang memuat huruf hiragana di satu sisi dan artinya di sisi lainnya.

Efektivitas media kartu dalam pembelajaran huruf hiragana tergantung pada beberapa faktor, seperti kualitas kartu itu sendiri, penggunaannya dalam pembelajaran, dan kemampuan siswa dalam menggunakannya. Secara umum, media kartu dapat membantu siswa untuk mempelajari huruf hiragana dengan lebih mudah dan cepat, karena siswa dapat melihat gambaran huruf hiragana secara visual dan juga mendengar pelafalan dari pengajar atau dari suara pada media pembelajaran. Namun, penggunaan media kartu harus disesuaikan dengan gaya belajar siswa.

Beberapa siswa mungkin lebih mudah belajar dengan menggunakan media kartu, sedangkan yang lain mungkin membutuhkan metode pembelajaran yang berbeda. Oleh karena itu, efektivitas media kartu dalam pembelajaran huruf hiragana dapat ditingkatkan dengan memperhatikan kualitas kartu dan cara penggunaannya yang tepat, serta mengenali gaya belajar siswa dan menyediakan berbagai macam metode pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa.

Bekasi, 5 April 2022

Leni Marliani, S.Pd

Tidak ada komentar

Tinggalkan Komentar